seringkali kita terbata oleh rasa kita sendiri
terpasung dalam jeruji patriarkis
yang telah mendarah daging
dibumi ini
bahkan mungkin
di otak yang lama terdogma
bahwa vagina harus selalu menyerah pada penis
bahwa perempuan harus jadi pasangan laki-laki
bahwa tabu jika perempuan berpasangan
dengan sesama jenisnya
tanpa kita mau atau boleh
menguak sampai dimana ketulusan vagina
kala menjamah sesama vagina
tanpa kita diijinkan
menelusuri dimana kesalahan vagina
yang menikmati sesama vagina
yang mungkin saja
justru ketulusan hanya berada di tangan
mereka yang menyukai sesama
karena ternyata
ketulusan dan keindahan cinta
begitu terasa tanpa campur tangan penis
1 comment:
Semua itu adalah pilihan...
Bukan dogma...
bukan keharusan...
semua karena kodrat masing-masing.
Jangan salahkan mereka yang mencoba memilih...
Mencoba mencari jawaban dari suatu pertanyaan.
Mencari pertanyaan dari suatu jawaban.
Itulah hidup...memilih dan memilih.
Post a Comment