Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar
Laailaaha illallaahu akbar
Allaahu akbar wa lillaah ilham
takbir berkumandang di mana-mana
dari speaker masjid-masjid
dari seruan takbir keliling di jalanan
sampai dari ponsel-ponsel yang berebutan sending message..
tren meminta maaf lewat kata-kata bersajak
tiba-tiba memunculkan para pujangga baru
semua itu dilakukan demi membuka pintu maaf
dari kerabat, sanak saudara, teman, sahabat, pacar bahkan musuh
meski untuk kategori terakhir
tergolong sedikit sekali yang merelakan pulsa Rp. 350,-
untuk meminta maaf maupun memberi maaf sang musuh
momen lebaran yang kemudian jadi ajang tren berma'afan
bisa jadi bermakna positif
untuk mereka-mereka yang memang menghargai arti kata ma'af
tapi bisa juga jadi negatif
jika kata ma'af hanya dijadikan tren semasa lebaran aja
karena ma'af mema'afkan seharusnya bisa dilakukan kapan aja kan?!
tanpa harus nunggu lebaran datang
dan meski mema'afkan hanya jadi tren saat lebaran datang
bukankah seharusnya itu jadi saat dimana kita bisa belajar ikhlas
untuk mema'afkan siapa saja
entah itu kerabat
entah itu sanak saudara
entah itu teman
entah itu sahabat
entah itu pacar
entah itu musuh sekalipun
buat semua yang pernah dan masih sering mampir di blog ini, aku pribadi juga ingin memohon ma'af yang sedalam-dalamnya, dari dasar hati yang paling dalam, kalau mungkin saja kalimat-kalimat yang aku suguhkan tidak berkenan atau mungkin menyinggung perasaan dan bahkan mengundang hawa maksiat, itu semua bukanlah sebuah kesengajaan, tapi aku hanya mencoba mengungkapkan sesuatu yang mengganjal dan terganjal di otakku.
Taqabalallaahu minna wa minkum Minal aidin wal faizin,
mohon ma'af lahir & bathin
No comments:
Post a Comment