Monday, August 25, 2008

persahabatan vs kolektifitas vs kebersamaan

bicara soal persahabatan biasanya menyenangkan,
apalagi jika sudah dikaitkan dengan masalah kolektifitas dalam persahabatan.
indah sekali rasanya.
tapi itu dulu.
aku merasa akhir-akhir ini aku sudah tidak bisa merasakan lagi indahnya persahabatan.
bagiku sekarang semuanya hanya omong kosong.
basa-basi.
sebuah upaya naif agar tidak dianggap kesepian, dianggap humanis.
nyatanya ketika berbenturan dengan kepentingan masing-masing, maka lenyaplah semua istilah kolektif, sahabat, egality. yang ada hanya kepentingan yang menguntungkan, entah dalam segi materi maupun hati.
akhirnya pertanyaan kuno mengenai persahabatan dan kolektifitas pun muncul kembali.
apa siwh sebenarnya persahabatan itu?
emangnya hari gini masih ada persahabatan?

1 comment:

ipank said...

Di sini mengapa saya memilih artikel di blog ini karena saya setuju dengan apa yang diungkapkan si penulis tentang kekecewaannya dengan persahabatan itu. memang benar persahabatan tidak akan bertahan dengan lama, karena setiap orang memiliki kepribadian dan kepentingan yang berbeda-beda. apalagi bila persahabatan itu tidak didasari dengan rasa peduli dan menghargai pendapat orang lain. Terutama tidak adanya kebersamaan di antara mereka.misalnya, perbedaan pendapat antara teman yang satu dengan yang lain sehingga, dapat menimbulkan adu mulut diantara mereka. dan hal itu dapat mengakibatkan hancurnya suatu persahabatan.
Benar kata si penulis bahwa persahabatan itu hanyalah hal yang humanis dan menyenangkan saja. Tetapi, hanya omong kosong dan sementara.